Skip to content

Koperasi Maju

Home » Berita Koperasi Maju » Ketika Secangkir Teh Membuka Peluang Kolaborasi

Ketika Secangkir Teh Membuka Peluang Kolaborasi

  • by
Tim Koperasi Maju bersama Bapak Widjaja Surja Kentjana, Ibu Megawaty Njo, Ibu Padmarini, serta Ibu Ratna Supadmi

Terkadang, peluang besar tidak selalu lahir dari ruang rapat formal. Ada kalanya, kolaborasi justru bermula dari obrolan hangat ditemani secangkir teh. Inilah yang terjadi dalam pertemuan antaranggota yang difasilitasi Koperasi Maju pada Selasa, 20 Januari 2026.

Bertempat di Casa Jardin, Cengkareng, Jakarta Barat, Koperasi Maju mempertemukan beberapa anggotanya dalam suasana diskusi santai namun penuh makna. Lokasi pertemuan berada di tempat usaha Bapak Widjaja Surja Kentjana, anggota Koperasi Maju yang memiliki bisnis distributor kembang dan daun teh serta produk kombucha.

Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi ruang bertemunya minat, wawasan, dan potensi kerja sama yang saling menguatkan.

Baca juga: Rencana Kolaborasi Koperasi Maju & SMK Buddhi Dharma untuk Tumbuh Bersama

Bertemu dalam Minat yang Sama

Dalam pertemuan tersebut, Pak Widjaja berdiskusi bersama tiga anggota lainnya yang memiliki latar belakang berbeda namun satu ketertarikan yang sama, yaitu dunia herbal dan kesehatan.

Hadir dalam diskusi tersebut Ibu Megawaty Njo sebagai reseller sekaligus influencer, Ibu Padmarini selaku pengelola klub kesehatan, serta Ibu Ratna Supadmi yang dikenal sebagai pemerhati eco enzyme. Perbedaan latar belakang ini justru menjadi kekuatan karena masing-masing membawa perspektif dan jaringan yang berbeda.

Kombinasi distributor, reseller, komunitas kesehatan, dan pemerhati lingkungan menciptakan ekosistem yang saling melengkapi dan berpotensi membentuk kolaborasi berkelanjutan.

Edukasi Teh, Dari Cara Seduh hingga Kualitas Air

Diskusi yang berlangsung tidak hanya membahas peluang bisnis, tetapi juga edukasi mendalam seputar teh. Pak Widjaja menjelaskan cara menyeduh dan meminum teh yang benar, sekaligus mengenalkan jenis oolong tea dan green tea beserta karakteristiknya.

Menariknya, pembahasan juga menyentuh aspek teknis seperti pengaruh teapot terhadap hasil seduhan. Bahkan kualitas air menjadi topik penting dalam diskusi tersebut.

“Kualitas air sangat menentukan manfaat teh. Maka dari itu, TDS air yang ideal itu di bawah 80 agar kandungan teh dapat terekstraksi dengan maksimal,” jelas Pak Widjaja.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa kualitas produk tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga proses penyajiannya.

Dari Diskusi ke Rencana Kolaborasi

Seiring percakapan berkembang, muncul rencana kolaborasi konkret berupa peluang menjadi reseller produk teh dan kombucha dari Pak Widjaja. Diskusi yang awalnya bersifat edukatif perlahan mengarah pada pembicaraan bisnis yang lebih serius.

Model pertemuan seperti ini menunjukkan bahwa relasi yang dibangun dengan pendekatan berbagi ilmu dan pengalaman akan membuka peluang kerja sama yang lebih natural dan berkelanjutan.

Koperasi Maju melihat pertemuan ini sebagai contoh bagaimana anggota yang saling terhubung dapat melangkah lebih jauh bersama.

Menuju Pertemuan dan Kolaborasi Berikutnya

Ke depan, Koperasi Maju berkomitmen untuk terus memfasilitasi pertemuan serupa. Bahkan direncanakan akan ada pertemuan lanjutan saat momen Cap Go Meh dengan tema herbal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Kolaborasi antaranggota menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun ekosistem usaha yang sehat. Ketika anggota saling mengenal, saling belajar, dan saling mendukung, peluang pertumbuhan akan semakin terbuka.

Untuk mengetahui kegiatan dan peluang kolaborasi lainnya, jangan lupa mengikuti Instagram resmi Koperasi Maju di @koperasimaju.