Skip to main content

Koperasi Maju

Pada Senin, 8 Juni 2026, tim Koperasi Maju berkesempatan mengunjungi PT Souvenhostel Cipta Persada di Curug, Kabupaten Tangerang.

Perusahaan ini didirikan pada 2019 oleh Bapak Herman bersama dua founder lainnya. Sejak awal, bisnis dibangun bukan hanya dengan tujuan memperoleh keuntungan, tetapi juga dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak orang.

PT Souvenhostel Cipta Persada bergerak di bidang manufaktur kosmetik dan jasa maklon kosmetik. Selain menerima produksi maklon, perusahaan juga membuat berbagai produk yang digunakan untuk kebutuhan hospitality dan perawatan tubuh.

Beberapa di antaranya adalah amenities hotel seperti sampo, sabun, dan body lotion. Ada pula massage cream yang digunakan oleh salon maupun tempat refleksi, serta berbagai produk perawatan tubuh lainnya.

Bisnis pun mulai berjalan dan berkembang. Namun, tidak lama setelah perusahaan berdiri, kondisi yang sama sekali tidak diperkirakan sebelumnya datang.

Baca juga: Dari Ecoprint ke Kewirausahaan, Koperasi Maju dan Anggota Rancang Kolaborasi Berdampak untuk Generasi Muda

Ketika Pesanan Hampir Tidak Ada

Pandemi Covid-19 membawa perubahan besar bagi hampir seluruh sektor bisnis. Aktivitas ekonomi melambat. Banyak usaha harus mengurangi kegiatan operasional. Kebutuhan pasar ikut berubah. Dampaknya juga dirasakan langsung oleh PT Souvenhostel Cipta Persada.

Pesanan yang sebelumnya menjadi sumber aktivitas bisnis menurun drastis. Bahkan, perusahaan sempat menghadapi kondisi ketika hampir tidak ada order yang masuk.

Bagi bisnis yang masih relatif muda, situasi tersebut tentu bukan tantangan kecil.

Di titik inilah perusahaan dihadapkan pada pilihan: bertahan dengan menunggu kondisi kembali seperti semula, atau mencoba mencari jalan lain.

Tim PT Souvenhostel Cipta Persada memilih pilihan kedua. Mereka mulai melihat keadaan dari sisi yang berbeda. Bukan lagi sekadar bertanya kapan pasar akan kembali normal, tetapi:

“Produk apa yang saat ini benar-benar dibutuhkan pasar?”

Pertanyaan sederhana itu menjadi awal dari langkah berikutnya.

Membaca Kebutuhan Pasar di Tengah Krisis

Salah satu peluang datang dari hotel-hotel budget yang pada masa pandemi digunakan sebagai lokasi karantina.

Kondisi tersebut menciptakan kebutuhan tertentu yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh perusahaan. PT Souvenhostel Cipta Persada mulai bekerja sama dengan hotel-hotel tersebut dan memanfaatkan peluang yang muncul dari perubahan situasi.

Di sisi lain, perusahaan juga mulai mengembangkan dan mempromosikan produk hair mask yang banyak digunakan untuk kebutuhan perawatan creambath.

Langkah tersebut menjadi salah satu cara perusahaan menjaga agar bisnis tetap berjalan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.

Yang menarik, peluang tersebut tidak muncul karena kondisi pasar sedang ideal. Justru sebaliknya.

Peluang ditemukan karena perusahaan mau memperhatikan perubahan yang terjadi di sekitarnya.

Ketika kebutuhan konsumen dan industri berubah, mereka mencoba menyesuaikan diri. Ketika produk tertentu mengalami penurunan permintaan, mereka mencari kebutuhan lain yang masih memiliki pasar.

Di situlah kemampuan adaptasi menjadi penting dalam menjalankan bisnis.

Bukan Sekadar Bertahan, tetapi Belajar Beradaptasi

Pengalaman melewati pandemi akhirnya meninggalkan sebuah prinsip yang terus dipegang oleh para founder PT Souvenhostel Cipta Persada hingga hari ini:

Selalu mencari peluang.

Prinsip ini mungkin terdengar sederhana, tetapi menjadi penting ketika bisnis menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan rencana.

Tidak semua tantangan dapat diselesaikan dengan cara yang sama. Ada kalanya bisnis harus mengubah produk. Ada kalanya perlu mencari pasar baru. Pada kondisi tertentu, bahkan cara menjalankan bisnis pun perlu disesuaikan.

Bagi pelaku usaha, kemampuan membaca perubahan menjadi semakin penting karena kebutuhan pasar tidak pernah benar-benar berhenti bergerak.

Apa yang diminati pelanggan hari ini belum tentu memiliki permintaan yang sama beberapa tahun ke depan.

Karena itu, bertahan dalam bisnis bukan berarti mempertahankan semuanya tetap sama. Terkadang, bertahan justru berarti bersedia berubah agar tetap relevan.

Pengalaman PT Souvenhostel Cipta Persada menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah bisnis mencoba merespons krisis dengan mencari kebutuhan baru, bukan sekadar menunggu keadaan membaik.

Ketika Bisnis Juga Harus Memberi Manfaat

Ada satu hal lain yang menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan ini.

Bagi para founder, bisnis tidak semata-mata dibangun untuk mengejar keuntungan. Sejak awal, ada keinginan agar perusahaan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

Salah satu bentuknya adalah dengan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Dengan adanya aktivitas usaha, perusahaan tidak hanya menciptakan nilai untuk dirinya sendiri, tetapi juga membuka kesempatan bagi orang lain untuk mendapatkan pekerjaan dan memperoleh penghasilan.

Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan sebuah bisnis dapat memiliki dampak yang lebih luas. Ketika sebuah usaha berkembang, manfaatnya juga dapat dirasakan oleh orang-orang yang berada di sekitarnya.

Melangkah dengan Target yang Lebih Besar

Kini, masa-masa sulit tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan PT Souvenhostel Cipta Persada.

Perusahaan terus berupaya berkembang dengan mengedepankan inovasi dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Pengalaman menghadapi pandemi menjadi salah satu bekal untuk menghadapi tantangan bisnis berikutnya.

Dan tentu saja, perjalanan tersebut masih panjang. PT Souvenhostel Cipta Persada memiliki target besar untuk menuju IPO pada tahun 2030.

Target tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk membawa bisnis ke tingkat yang lebih besar. Namun, sebelum sampai ke sana, masih akan ada berbagai tantangan dan peluang yang harus dihadapi.

Jika melihat perjalanan mereka sejak awal, satu hal yang tampaknya akan tetap menjadi pegangan adalah keberanian untuk terus mencari peluang.

Dari Krisis, Menemukan Jalan Baru

Kisah PT Souvenhostel Cipta Persada menunjukkan bahwa tantangan dalam bisnis tidak selalu menjadi akhir dari perjalanan.

Ketika pandemi membuat pesanan hampir hilang, perusahaan memilih untuk mencari tahu apa yang masih dibutuhkan pasar. Dari sana, muncul peluang baru yang membantu bisnis tetap berjalan.

Pelajaran ini relevan bagi siapa saja yang sedang membangun usaha.

Ketika kondisi tidak berjalan sesuai rencana, mungkin yang perlu diubah bukan tujuan akhirnya, melainkan cara untuk sampai ke sana.