Skip to content

Koperasi Maju

Home » Berita Koperasi Maju » Cara Hadapi Biaya Admin Marketplace Naik Menurut Anggota Koperasi Maju

Cara Hadapi Biaya Admin Marketplace Naik Menurut Anggota Koperasi Maju

  • by
Bapak Adhitya Chandra, pelaku usaha ekspedisi yang juga mengelola toko online di marketplace Shopee berfoto bersama tim Koperasi Maju.

Kenaikan biaya administrasi marketplace menjadi topik yang ramai dibicarakan di kalangan pelaku usaha online. Tidak sedikit yang merasa tertekan karena margin keuntungan semakin menipis, sementara persaingan harga di marketplace tetap ketat. Situasi ini menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya bereaksi, tetapi juga beradaptasi dengan strategi yang lebih matang.

Pada 7 Januari 2026, tim Koperasi Maju melakukan kunjungan ke salah satu anggotanya, Bapak Adhitya Chandra, pelaku usaha ekspedisi yang juga mengelola toko online di marketplace Shopee. Kunjungan ini berlangsung di Serpong, Tangerang, dan menjadi ruang diskusi terbuka mengenai tantangan bisnis online, khususnya terkait kenaikan biaya admin marketplace.

Diskusi ini tidak hanya membahas keluhan, tetapi juga menggali cara berpikir dan strategi yang digunakan Bapak Adhitya dalam menjaga kinerja usahanya tetap stabil di tengah perubahan kebijakan marketplace.

Dampak Kenaikan Biaya Admin Marketplace

Bapak Adhitya membenarkan bahwa biaya admin Shopee mengalami kenaikan dari 14% menjadi 19%. Kenaikan ini memang dirasakan cukup signifikan oleh banyak pelaku usaha karena berdampak langsung pada margin keuntungan. Tidak sedikit penjual yang khawatir omzet akan turun atau terpaksa menaikkan harga jual.

Namun, menurut Bapak Adhitya, kenaikan biaya admin tidak selalu berarti bisnis akan langsung terganggu. Dampaknya sangat bergantung pada bagaimana pelaku usaha memahami data penjualan dan perilaku konsumennya. Tanpa pemahaman tersebut, keputusan yang diambil justru bisa merugikan usaha sendiri.

Riset Data dan Membaca Pola Konsumen

Salah satu kunci utama yang ditekankan adalah riset data penjualan secara rutin. Bapak Adhitya menyampaikan bahwa pelaku usaha perlu membiasakan diri membaca statistik toko, mulai dari produk terlaris, jam transaksi tertinggi, hingga respons konsumen terhadap perubahan harga.

“Berdasarkan data yang saya miliki, meskipun terjadi penyesuaian harga akibat kenaikan biaya admin, penjualan tetap berjalan dengan baik. Hal ini karena promo yang diberikan oleh marketplace membuat harga akhir yang dibayar konsumen tetap terasa kompetitif. Dengan kata lain, konsumen lebih melihat harga final daripada komponen biaya di baliknya,” ujarnya kepada tim Koperasi Maju.

Pendekatan berbasis data ini membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih rasional, bukan berdasarkan asumsi atau kekhawatiran semata.

Pentingnya Fokus dalam Menjalankan Usaha

Selain soal strategi harga, Bapak Adhitya juga menekankan pentingnya fokus dalam berusaha. Menjalankan bisnis sambil bekerja penuh waktu di tempat lain berisiko membuat usaha sulit berkembang karena kurangnya waktu untuk evaluasi dan perencanaan.

“Tanpa fokus yang cukup, pelaku usaha cenderung hanya menjalankan bisnis secara autopilot. Padahal, bisnis online membutuhkan perhatian rutin, mulai dari memantau performa toko, mengevaluasi iklan, hingga melakukan penyaringan produk yang benar-benar menguntungkan,” kata Bapak Adhitya.

Membuka Peluang Kolaborasi Digital Marketing

Dalam diskusi tersebut, Bapak Adhitya juga menyampaikan ketertarikannya untuk menerima anak magang di bidang digital marketing. Ia menilai konten digital memiliki peran penting dalam pertumbuhan brand dan penjualan di marketplace.

Namun, keterbatasan waktu menjadi tantangan tersendiri untuk mengelola konten secara konsisten. Dengan membuka peluang kolaborasi, kebutuhan akan konten tetap terpenuhi, sekaligus memberi ruang belajar bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia digital marketing.

Langkah ini menunjukkan bahwa menghadapi tantangan bisnis tidak selalu harus dilakukan sendiri, tetapi bisa melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

Belajar dari Praktik Nyata Anggota

Pengalaman Bapak Adhitya menunjukkan bahwa kenaikan biaya admin marketplace bukan akhir dari segalanya. Dengan pendekatan berbasis data, pemahaman konsumen, dan strategi yang tepat, bisnis tetap dapat berjalan dan berkembang.

Lebih dari itu, kisah ini menjadi pengingat bahwa adaptasi dan keterbukaan terhadap kolaborasi adalah bagian penting dalam menghadapi perubahan di dunia usaha digital. Tantangan justru bisa menjadi pintu masuk untuk menemukan cara kerja yang lebih efektif.

Melalui kunjungan dan diskusi seperti ini, Koperasi Maju terus berupaya menghadirkan ruang belajar antaranggota. Jika ingin mendapatkan insight serupa dan update kegiatan lainnya, jangan lupa mengikuti Instagram @koperasimaju untuk informasi terbaru seputar aktivitas dan pembelajaran yang diadakan oleh Koperasi Maju.