Belajar Langsung dari Petani: Kunjungan Anggota Koperasi Maju ke Serang
Belajar tentang usaha tidak selalu harus dilakukan di ruang kelas atau melalui seminar. Terkadang, pengalaman paling berkesan justru datang ketika seseorang melihat dan merasakan langsung proses yang selama ini hanya didengar dari cerita.
Semangat inilah yang dibawa dalam kegiatan kunjungan pelaku usaha yang diselenggarakan Koperasi Maju bersama Langkah Maju pada Jumat, 17 Juli 2026. Sebanyak 11 anggota Koperasi Maju diajak mengunjungi Central Bawang BSR milik Ibu Filiasari Kusuma di Serang, Banten.
Pada kunjungan ini, para peserta diajak melihat langsung proses pengelolaan hasil pertanian, mulai dari pembibitan hingga panen. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi anggota untuk berbagi pengalaman dan mempererat jejaring satu sama lain.
Memulai Perjalanan dari Jakarta Menuju Serang
Perjalanan dimulai pada pukul 06.00 WIB dari Gedung Prasadha Jinarakkhita, Jakarta Barat. Tujuan pertama rombongan adalah gudang pengelolaan benih bawang milik Central Bawang BSR yang berada di Serang, Banten.
Setibanya di lokasi, peserta mendapatkan penjelasan langsung dari Bapak Warlan mengenai proses pembibitan bawang, perawatan tanaman, hingga teknik penanaman yang dilakukan agar menghasilkan panen berkualitas.
Bagi sebagian peserta, pengalaman ini memberikan perspektif baru karena mereka dapat melihat secara langsung berbagai tahapan yang selama ini mungkin hanya dikenal melalui cerita atau informasi umum.
Melihat Proses Pembibitan Bawang dari Dekat
Salah satu bagian penting dari kunjungan adalah kesempatan melihat bagaimana benih bawang dipersiapkan sebelum menjadi tanaman yang siap dibudidayakan.
Bapak Warlan membagikan pengalaman mengenai proses perawatan dan teknik penanaman yang dilakukan untuk menjaga kualitas hasil pertanian. Penjelasan tersebut memberikan gambaran bahwa hasil panen yang baik tidak muncul secara instan, tetapi melalui proses yang panjang dan membutuhkan ketelitian.
Pengalaman ini menjadi pengingat bagi peserta bahwa setiap produk pangan yang sampai ke tangan konsumen memiliki perjalanan panjang sebelum akhirnya siap dipasarkan.
Turun Langsung ke Ladang dan Memanen Jagung
Setelah mengunjungi gudang benih bawang, perjalanan berlanjut ke ladang jagung. Di lokasi ini, peserta tidak hanya melihat proses pertanian dari kejauhan, tetapi juga mendapat kesempatan untuk memanen jagung secara langsung.
Suasana pun terasa semakin antusias karena bagi sebagian peserta, ini merupakan pengalaman pertama turun langsung ke lahan pertanian dan memetik hasil panen dengan tangan sendiri.
Pengalaman sederhana tersebut memberikan pemahaman yang lebih dekat tentang bagaimana proses produksi pangan berlangsung serta bagaimana kerja keras petani menghasilkan bahan pangan yang kemudian dapat dinikmati masyarakat.
Menikmati Kebun Singkong Sambil Berbagi Cerita
Setelah makan siang bersama, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi kebun singkong.
Peserta diajak berkeliling sekaligus melihat kondisi kebun secara langsung. Dalam kesempatan tersebut, mereka juga diperbolehkan memilih hasil panen untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.
Momen tersebut menjadi bagian yang tidak kalah penting. Di tengah suasana yang santai, para anggota memiliki lebih banyak kesempatan untuk berbincang, berbagi pengalaman, dan membangun kedekatan di luar konteks bisnis.
Belajar dari Pengalaman Petani
Kegiatan ini memberikan kesan tersendiri bagi para peserta. Salah satunya adalah Ibu Lie Hwa yang mengaku mendapatkan banyak wawasan baru setelah mengikuti kunjungan.
“Jujur kunjungan ini memberikan saya banyak wawasan tentang tanaman. Saya jadi melihat langsung bagaimana petani merawat pembibitan, menanam, hingga akhirnya hasil panen bisa dijual,” kata Ibu Lie Hwa kepada tim Koperasi Maju.
Pengalaman tersebut menunjukkan nilai dari pembelajaran berbasis kunjungan. Ketika seseorang melihat proses secara langsung, informasi yang diterima tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga pengalaman yang lebih mudah dipahami dan diingat.
Lebih dari Sekadar Kunjungan Usaha
Kegiatan ke Central Bawang BSR juga memperlihatkan bahwa sebuah kunjungan usaha dapat memberikan manfaat yang lebih luas dari sekadar mengenal proses produksi.
Setiap peserta membawa cerita dan perspektifnya masing-masing. Dari pertemuan tersebut, anggota dapat saling bertukar pengalaman, membangun koneksi, sekaligus melihat kemungkinan kolaborasi yang dapat dikembangkan di masa mendatang.
Bagi Koperasi Maju, kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara untuk mempertemukan anggota dengan pengalaman nyata sekaligus memperkuat hubungan dalam komunitas koperasi.
Penutup
Kunjungan ke Central Bawang BSR menjadi pengingat bahwa setiap hasil panen lahir dari proses yang panjang. Di balik bahan pangan yang sederhana, ada pembibitan, perawatan, penanaman, hingga panen yang membutuhkan ketekunan.
Lebih dari itu, perjalanan bersama ini juga menunjukkan bahwa setiap pertemuan dapat membuka peluang baru. Ketika anggota saling bertemu, belajar, dan berbagi pengalaman, jejaring yang terbentuk dapat menjadi modal untuk menciptakan kolaborasi di kemudian hari.
Terima kasih kepada seluruh peserta serta pihak Central Bawang BSR yang telah menyambut rombongan dengan hangat dan berbagi pengalaman selama kegiatan berlangsung. Koperasi Maju berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi ruang belajar sekaligus mempererat hubungan antaranggota. Untuk mendapatkan informasi mengenai kunjungan usaha, pelatihan, dan berbagai kegiatan anggota lainnya, ikuti Instagram @koperasimaju dan bergabung dalam WhatsApp Community Koperasi Maju untuk terhubung langsung dengan sesama anggota serta mendapatkan informasi kegiatan terbaru.





