Berita

Seminar "Stand for Autoimun" oleh dr. Eddy Kristianto

Jumat, 17 Mei 2019

Tim Koperasi Maju menghadiri seminar yang dibawakan oleh dr. Eddy Kristianto sebagai pakar Antioxidant & Antiaging Medicine dan juga salah satu anggota koperasi. Seminar dengan judul ’Stand For Autoimun’ ini diadakan pada hari Sabtu, 4 Mei 2019 di Prasadha Jinarakkhita, Jakarta Barat. Dengan mengangkat isu autoimun, diharapkan banyak orang bisa mencegah terjadinya kelainan ini dan memberi pemahaman tentang autoimun yang sering kali disalahartikan.

Autoimun adalah kondisi sistem kekebalan tubuh manusia yang menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Sistem kekebalan tubuhnya melihat sel tubuh sebagai benda asing sehingga sistem kekebalan tubuh melepas antibodi untuk menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Penyebab autoimun pun beragam mulai dari genetik, polusi lingkungan, hormonal, infeksi kekurangan vitamin D, gangguan mikrobioma usus, dan kekurangan enzim.
Terdapat lebih dari 100 (seratus) jenis tipe kelainan autoimun yang berhasil diidentifikasi. Dikarenakan jenisnya yang telampau banyak, orang menyebut kelainan ini dengan nama penyakit seribu wajah atau great imitator dalam dunia kedokteran. Dalam beberapa kasus, susahnya identifikasi dari kelainan autoimun ini membuat dokter menjadi salah diagnosa.

Beberapa penyakit yang sering muncul bisa dikategorikan kelainan autoimun. Penyakit seperti vertigo , lupus, rematik, diabetes mellitus (kencing manis) tipe 1, psoriasis , Graves , Myasthenia Gravis (MG), dan vaskulitis , merupakan beberapa penyakit yang sering terjadi di Indonesia.  Untuk mengetahui seseorang mengalami kelainan autoimun, perlu diagnosa dokter lebih jauh dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan seperti laboratorium (ANA IF, ANA Profile , CRP), DNA, radiologi, dan pemeriksaan penunjang lainnya dapat membantu seseorang mendapat pengobatan yang lebih baik.

Jika seseorang sudah diagnosa dengan kelainan autoimun, sebaiknya mengubah pola pikir orang tersebut untuk berdamai dengan dirinya sendiri, kurangi stres mental dan stres fisik, berjemur, menjaga pola makan dengan baik, meminum obat yang direkomendasikan dokter, serta meminum madu hutan yang memiliki kandungan enzim yang serupa dengan enzim manusia.